Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Kota Tanjungpinang Maret 2018

15 May 2018, oleh: bidang perekonomian


485x190

Pada  bulan  Maret  2018  di  Kota  Tanjungpinang terjadi deflasi sebesar 0,18 persen dengan Indeks Harga  Konsumen  (IHK)  sebesar  130,45.  Tingkat inflasi tahun kalender (Maret 2018 terhadap Desember 2017) sebesar 0,15 persen. Tingkat inflasi year  on  year  (Maret 2018  terhadap Maret 2017) sebesar 2,59 persen.

Deflasi  terjadi  karena  adanya  penurunan  harga kebutuhan masyarakat yang ditunjukkan oleh turunnya indeks harga : kelompok bahan makanan sebesar 0,76 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan   bahan   bakar   sebesar   0,02   persen;   dan kelompok   pendidikan,   rekreasi   dan olah raga sebesar 0,02 persen. Sebaliknya indeks harga kelompok kelompok sandang,   kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan serta kelompok makanan  jadi,   minuman,  rokok,   dan   tembakau justru mengalami kenaikan, masing-masing sebesar 0,08 persen; 0,06   persen; dan 0,01 persen.


Setelah mengalami kenaikan dalam dua bulan pertama tahun 2018, perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Tanjungpinang pada bulan Maret 2018 ini menunjukkan penurunan, Kalau pada bulan Februari 2018 IHK di Kota Tanjungpinang telah mencapai 130,68, maka pada bulan Maret 2018 ini turun menjadi 130,45, atau mengalami deflasi sebesar 0,18 persen. Deflasi pada bulan Maret 2018 ini disebabkan turunnya indeks harga kelompok bahan makanan sebesar 0,76 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen, kelompok perumahan, air, listri, gas dan bahan bakar sebesar 0,02 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,02 persen.

                Tingkat inflasi tahun kalender (Maret 2018 terhadap Desember 2017) di Kota Tanjungpinang sebesar 0,15 persen, jauh lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 0,91 persen. Sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun 2018 (Maret 2018 terhadap Maret 2017)  tercatat sebesar 2,59 persen, sedikit lebih tinggi dibanding tingkat inflasi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,38 persen.


URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN


 1.   Bahan Makanan

Pada bulan Maret 2018 kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 0,76 persen atau mengalami penurunan indeks dari 145,15 pada Februari  2017  menjadi  144,05.  Dari  11 subkelompok dalam Kelompok Bahan Makanan, 3 subkelompok mengalami deflasi, 7 subkelompok mengalami inflasi dan 1 subkelompok tidak mengalami perubahan indeks.

Deflasi  yang  terjadi  pada  kelompok  bahan makanan, disebabkan oleh turunnya   indeks pada subkelompok telur, susu dan hasil-hasilnya sebesar 3,28 persen, subkelompok ikan segar sebesar 3,14 persen, serta subkelompok daging dan hasil- hasilnya sebesar 2,72 persen. Dengan  penurunan  indeks  sebesar  0,76  persen pada bulan ini berarti kelompok bahan makanan memberikan andil sebesar 0,19 persen terhadap pembentukan deflasi di Kota Tanjungpinang.



2.  Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Pada bulan Maret 2018 kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,01 persen atau mengalami kenaikan IHK dari 142,77 pada Februari 2017 menjadi 142,78.

Inflasi   pada   kelompok   ini   disebabkan   naiknya indeks  pada  subkelompok  makanan  jadi  sebesar 0,04 persen. Sedangkan indeks harga subkelompok minuman yang tidak beralkohol justru mengalami penurunan sebesar 0,08 persen dan subkelompok tembakau & minuman beralkohol tidak mengalami perubahan indeks.

Dengan kenaikan indeks harga hanya sebesar 0,01 persen berarti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada bulan ini sedikit memperlambat laju deflasi di Kota Tanjungpinang, namun andilnya hanya sebesar -0,001 persen.



3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Indeks harga kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar pada Maret 2018 ini mengalami penurunan sebesar 0,02  persen yang disebabkan turunnya indeks harga subkelompok penyelenggaraan rumah tangga sebesar 0,23 persen. IHK kelompok ini tercatat mengalami penurunan dari 122,17 pada bulan Februari 2018 menjadi 122,15 pada bulan Maret 2018.

Dengan  turunnya  indeks  harga  pada  bulan  ini berarti kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar turut mendorong laju deflasi di Kota Tanjungpinang,   namun   andilnya   hanya   sebesar 0,004 persen.


 

4. Sandang

Kelompok Sandang pada Maret 2018 mengalami inflasi  sebesar  0,08  persen  atau  terjadi  kenaikan IHK  dari 123,71 pada Februari 2017 menjadi 123,81. Naiknya indeks kelompok sandang pada bulan ini merupakan akibat dari naiknya indeks harga subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya sebesar 0,57 persen dan subkelompok sandang wanita sebesar 0,01 persen. Sedangkan subkelompok   sandang   anak-anak   justru   turun sebesar 0,24 persen dan subkelompok sandang anak-anak tidak mengalami perubahan indeks dibanding bulan sebelumnya.

Dengan  kenaikan  indeks  harga  pada  bulan  ini berarti  kelompok  sandang  sedikit memperlambat laju deflasi di Kota Tanjungpinang, namun andilnya hanya sebesar -0,005 persen.

 

5. Kesehatan

 Indeks   harga   kelompok   kesehatan   pada   bulan Maret 2018 ini mengalami penurunan sebesar 0,04 persen, yaitu turun dari 119,86 pada bulan Februari 2017 menjadi 119,81. Turunnya indeks harga kelompok ini disebabkan turunnya indeks harga subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,11 persen. Sebaliknya indeks harga subkelompok obat-obatan justru naik sebesar 0,01 persen. Sedangkan dua subkelompok lainnya, yaitu subkelompok jasa kesehatan dan subkelompok jasa perawatan jasmani tidak mengalami perubahan indeks  (stabil)  dibanding  indeks  pada  bulan Februari 2017.

Dengan penurunan  indeks pada  bulan ini  berarti kelompok kesehatan turut mendorong laju deflasi di Kota Tanjungpinang, namun andilnya hanya sebesar 0,002 persen.

 


6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Pada bulan Maret 2018 indeks harga kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga tercatat 123,07, mengalami penurunan sebesar 0,02 persen dibanding indeks pada bulan Februari 2018 yang mencapai 123,09. Turunnya indeks harga kelompok ini disebabkan turunnya indeks harga subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan sebesar 0,06 persen. Sedangkan empat subkelompok lainnya, tidak mengalami perubahan indeks (stabil) dibanding indeks pada bulan Februari 2017.

Dengan penurunan  indeks pada  bulan ini  berarti kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga turut mendorong laju deflasi di Kota Tanjungpinang, namun andilnya hanya sebesar 0,001 persen.


7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Indeks  harga  kelompok  transportasi,  komunikasi dan jasa keuangan pada bulan ini tercatat sebesar 119,35, mengalami kenaikan sebesar 0,06 persen dibandingkan dengan indeks pada bulan Februari 2018 yang mencapai 119,28. Naiknya indeks kelompok  ini  merupakan dampak  naiknya  indeks harga subkelompok transpor sebesar 0,09 persen. Sedangkan tiga subkelompok lainnya tidak mengalami   perubahan   indeks   dibanding   indeks pada bulan sebelumnya.

         
Dengan   kenaikan   indeks   sebesar   0,06   persen, berarti kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada bulan Maret 2018 ini sedikit memperlambat laju deflasi di Kota Tanjungpinang dengan andil sebesar -0,01 persen.




  • Sumber Berita : Badan Pusat Statistik Kota Tanjungpinang